perbedaan hexa core dan quad core
Selainitu iPhone 11 juga dibekali dengan chipset Apple A13 Bionic yang tersemat prosesor hexa core atau enam core. Prosesornya terdiri dari dua core Lightning 2,65 GHz dan empat core Thunder 1,8 GHz. Untuk urusan kamera, iPhone 11 dibekali dengan dua kamera di bagian belakang. Kamera pertama adalah kamera 12 MP dengan bukaan f/1.8.
i3seri pertama dual core, seri dua dan tiga quad core i5 quad core i7 quad core-hexa core GT sama GTX beda lebih top GTX atau GTS CMIIW sapa tau salah 07-04-2013 12:56 . 0. Kutip Balas. 07-04-2013 13:11 . Kaskus Addict Posts: 1,060 #5. Nyalakan Notifikasi. Lapor Hansip. Quote:
Sekarangini, kebanyakan CPU menggunakan teknologi dual core, quad core dan octo core. Sebenarnya, apakah arti 'core' pada CPU dan apa perbedaan masing-masing core tersebut, serta bagaimanakah pengaruhnya terhadap performa komputer secara keseluruhan? Di artikel ini, Jalan Tikus akan menjelaskan pengertian core pada CPU untuk membantu kamu
Namun jumlah ponsel dengan format octa-core telah menjadi tren dan pasti akan menguasai seluruh pasar, meninggalkan tren quad-core dan hexa-core. Ini merupakan tren yang tidak bisa dielakkan dari perkembangan teknologi. 5. Ukuran RAM Dalam hal ukuran RAM, proporsi 6GB masih menjadi yang terbesar dengan 33,9 persen.
Processorquad core dibangun dengan teknologi modern nano sebesar 22nm, inilah yang membuat quad core tidak diragukan lagi dengan sengaja dirancang terutama untuk penggunaan daya yang miskin. Maka berasal dari miliknya sendiri processor ini terutama sesuai untuk satuan cellular, kita dengan dirinya sendiri umum jumpai smartphone sekarang juga
Top 20 Site De Rencontre Gratuit. Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core? – Seiring dengan melonjaknya popularitas mobile gaming, semakin banyak pula calon konsumen yang sangat mempertimbangkan soal performa jika akan memilih sebuah smartphone baru. Karena jelas! Untuk urusan gaming, memang sangat dibutuhkan perangkat dengan performa tinggi agar game bisa dimainkan dengan lancar. Kalau untuk urusan laptop sih, masih lebih gampang. Tinggal pilih saja seri laptop gaming, yang sudah pasti punya performa tinggi. Sedangkan kalau untuk smartphone? Hingga saat ini, masih belum ada pembeda yang jelas antara mana smartphone yang dioptimalkan untuk urusan gaming, dan mana smartphone yang ditujukan untuk kebutuhan lainnya. Yang paling kontras mungkin cuma ada di kelas flagship saja. Dimana ada ROG Phone series yang jelas dioptimalkan untuk kebutuhan gaming mobile. Selain yang satu itu, rasanya penamaan “gaming” pada smartphone lain yang beredar hanyalah untuk kepentingan marketing saja. Prosesor Adalah Penentu Performa Kebanyakan konsumen hanya akan terpaku pada kapasitas RAM. Mereka meyakini bahwa semakin besar kapasitas RAM, maka performanya pasti akan lebih baik. Padahal, yang lebih penting lagi itu adalah prosesor CPU dan GPU. Sedangkan, RAM hanyalah sebagai penunjang saja. Seperti yang sudah pernah saya jelaskan pada tulisan tentang keuntungan RAM besar pada smartphone dan laptop. Jadi, jika ingin memilih smartphone yang punya performa mumpuni untuk gaming, pastikan untuk selalu memperhatikan prosesor apa yang mereka gunakan. Nah, untuk soal prosesor sendiri masih ada banyak hal juga yang perlu diketahui. Agar nantinya kita bisa memilih prosesor smartphone yang sesuai dengan yang kita harapkan. Di bawah ini adalah beberapa istilah yang perlu kamu ketahui tentang prosesor. Sebelum kemudian, barulah kita akan lanjut pada bahasan tentang memilih prosesor yang terbaik. Istilah tersebut antara lain adalah CPU Central Processing Unit Merupakan prosesor utama yang fungsinya adalah untuk mengolah data, serta melakukan proses dari perintah yang kita berikan. Ibarat kata, CPU ini adalah otaknya perangkat smartphone dan laptop. Cepat tidaknya respon dari perangkat kita, akan tergantung dari kekuatan CPU yang digunakan. GPU Graphics Processing Unit Merupakan prosesor khusus yang dioptimalkan untuk membantu pemrosesan dan pengolahan gambar alias grafis. Buat kita yang suka main game, peran GPU ini sangatlah penting untuk membantu kerja CPU. Terlebih jika game yang dimainkan itu punya grafik HD atau 3D. Semakin kuat GPU, maka ia akan mampu memproduksi grafik yang lebih detail, dalam waktu yang lebih cepat. Sehingga, frame rate dari game yang dimainkan pun juga akan semakin tinggi. Benefitnya, pergerakan animasi video dalam game pun bisa semakin lancar, dan kita pun bisa terhindar dari yang namanya ngelag. SoC System on Chip Atau disebut juga sebagai chipset, merupakan chip yang terintegrasi. Dimana didalamnya terdapat “satu paket” CPU, GPU, chip modem dan juga berbagai prosesor lainnya. Umumnya, smartphone menggunakan SoC karena ukurannya yang kecil. Core Artinya adalah inti, yang merujuk pada “inti prosesor”. Biasanya, kita akan menggunakan istilah “sekian-core” untuk menyebutkan jumlah inti core dari sebuah prosesor. Baik itu CPU maupun GPU. Tapi pada smartphone, umumnya yang disebutkan hanyalah jumlah core dari CPU-nya saja. Jumlah Core Untuk menyebut jumlah core, biasanya digunakan istilah berikut Single core adalah 1 inti. Dual core adalah 2 inti. Quad core adalah 4 inti. Hexa core adalah 6 inti. Octa core adalah 8 inti. Deca core adalah 10 inti. Dan begitu seterusnya. Pada smartphone di era sekarang, jumlah inti prosesor tersebut terkadang bisa mengecoh kita sebagai konsumen. Penjelasan lebih lanjut akan kita bahas di bawah yaa. ARM & Cortex Sejauh yang saya ketahui, ARM ini adalah perusahaan yang biasa mendesain sebuah prosesor. Dan desain prosesor yang dibuat oleh ARM inilah yang biasanya digunakan oleh para pembuat SoC, dalam membangun prosesor untuk smartphone dan tablet. Biasanya, prosesor yang menggunakan desain dari ARM akan memiliki nama “Cortex” dibelakangnya. Misal Quad core sekian GHz, ARM Cortex-A**. x86 Adalah desain prosesor rancangan Intel yang bisa sangat kencang tapi boros, namun bisa juga menjadi hemat daya jika clockspeed-nya diturunkan. x64 Adalah desain prosesor rancangan AMD yang saat ini masih menjadi pesaing utama dari Intel. Khususnya di pasar laptop dan juga PC. Nah, sekarang kita masuk ke pembahasan utama. Setelah kita mengetahui bahwa “core” itu adalah inti dari prosesor, mungkin kita akan mulai berpikir bahwa jumlah core yang lebih banyak otomatis performanya bakal lebih bagus. Pendapat ini memang 100% benar. Tapi kalau kita bicara soal prosesor pada smartphone, pendapat ini bisa berubah menjadi kurang tepat. Mengapa demikian? Kita sudah tau kan, bahwa prosesor yang digunakan oleh perangkat smartphone itu umumnya menggunakan desain prosesor SoC rancangan ARM? Dan SoC rancangan ARM ini ternyata agak sedikit unik. Karena mereka memiliki desain S0C yang diberi nama yang terdiri dari 2 jenis arsitektur prosesor yang berbeda. Dan kedua jenis arsitektur prosesor tesebut kemudian dijadikan satu paket dalam SoC. Arsitektur yang dimaksud itu adalah arsitektur “core cepat” dan “core hemat daya”. Kelebihan dan kekurangannya masing-masing adalah sebagai berikut Core Cepat Tipe core prosesor “big” ini bisa sangat ngebut alias punya performa tinggi, namun memiliki kekurangan pada efisiensi daya. Artinya, kalaupun clockspeed-nya diturunkan underclock, maka ia tetap tidak bisa hemat daya. Beberapa arsitektur prosesor dari ARM yang masuk dalam kategori core cepat adalah Cortex-A57 Cortex-A72 Cortex-A73 Cortex-A75 Cortex-A76 Cortex-A77 Cortex-A78 Cortex-X1 Core Hemat Daya Sedangkan tipe core prosesor “LITTLE” ini punya kelebihan pada efisiensi daya alias irit dalam penggunaan daya baterai. Tapi, meskipun clockspeed-nya dinaikkan overclock, ia tetap tak bisa memberikan performa yang lebih baik dibanding dengan tipe core prosesor “big”. Beberapa arsitektur prosesor dari ARM yang masuk dalam kategori core hemat daya adalah Cortex-A32 Cortex-A34 Cortex-A35 Cortex-A53 Cortex-A55 Dalam konsep desain SoC kedua arsitektur core prosesor tersebut biasanya akan dijadikan satu paket untuk saling melengkapi. Yang mana, konfigurasinya pun bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana sang vendor pembuat SoC. Misalnya, ada yang pakai konfigurasi 2 core cepat plus 6 core hemat daya, ada yang pakai konfigurasi 4 core cepat plus 4 core hemat daya, ada juga yang pakai 8 core yang kesemuanya menggunakan konfigurasi core hemat daya. Konfigurasi konsep desain memungkinkan smartphone untuk bisa hemat daya, namun juga bisa ngebut saat dibutuhkan. Misalnya, saat smartphone sedang tidak digunakan atau sedang menjalankan aktivitas yang ringan, maka SoC hanya akan menggunakan core hemat daya agar baterai tidak cepat habis. Sedangkan ketika kita sedang melakukan aktivitas berat seperti bermain game, peran untuk mengolah data akan diambil alih oleh core cepat agar performanya bisa lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan antara performa dan juga konsumsi daya akan bisa berimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan. Konfigurasi yang beimbang seperti ini, biasanya akan kita temukan pada SoC dari smartphone kelas menengah keatas, hingga kelas flagship. Sedangkan untuk kelas menengah, hingga kelas entry level, biasanya mereka hanya akan menggunakan SoC dengan konfigurasi core hemat daya semua. Dan oleh karena alasan inilah yang membuat jumlah core lebih banyak tidak selalu bisa memberikan performa yang lebih baik. Jadi, Bagaimana Menentukan Pilihan Prosesor Yang Baik? Konfigurasi pada SoC smartphone, membuat kita tidak lagi bisa terpaku pada jumlah core prosesor. Karena jika dibandingkan, 2 core prosesor “big” akan punya performa yang lebih tinggi daripada 8 core prosesor “LITTLE”. Maka dari itu, kita harus membandingkan bagaimana konfigurasi SoC yang digunakan pada smartphone yang kita incar. Jika ternyata arsitektur core prosesornya sama misalnya sama-sama A53, maka yang punya lebih banyak core pasti akan punya performa lebih tinggi. Jika jumlah core-nya juga sama? Maka prosesor dengan clockspeed lebih tinggi misalnya vs akan punya performa yang lebih baik. Dalam beberapa kasus, arsitektur prosesor yang lebih modern bisa saja punya performa yang lebih tinggi walau punya clockspeed yang lebih rendah. Pada contoh daftar nama “core prosesor” yang saya sebutkan tadi, arsitektur yang berada di urutan lebih bawah adalah arsitektur yang lebih baru dan juga punya performa lebih tinggi. Jadi Cortex-A78 itu lebih baik daripada Cortex-A77, dan Cortex-A55 itu lebih baik daripada Cortex-A53. Lalu, bagaimana dengan core prosesor Kryo? Bisa dibilang bahwa Kryo ini merupakan core prosesor berbasis arsitektur ARM juga, tapi dengan sedikit modifikasi. SoC yang digunakan oleh perusahaan pembuat chip yaitu Qualcomm tersebut sudah terdiri dari core prosesor big dan juga LITTE. Mungkin nanti akan saya buatkan bahasan tersendiri tentang ini karena bisa agak panjang. Tambahan Perlu diketahui bahwa walau mungkin sebuah SoC hanya mengusung core hemat daya semua, bukan berarti smartphone yang menggunakannya tidak akan bisa digunakan untuk nge-game. Kalau menurut pengalaman saya, SoC yang menggunakan konfigurasi octa core Cortex-A53 sudah terbilang cukup baik untuk menjalankan berbagai game. Walaupun tetap saja, akan lebih baik jika ternyata chipset yang digunakan sudah menggunakan core cepat. Selain itu, performa gaming itu tidak melulu dipengaruhi oleh CPU saja. Karena peran GPU alias chip pengolah grafis juga akan sangat mempengaruhi performa. Umumnya, smartphone Android yang beredar saat ini mengandalkan beberapa GPU seperti Adreno bawaan dari chipset Qualcomm Snapdragon, Mali, hingga PowerVR. Namun sayangnya, seringkali, detail dari GPU ini sendiri masih jarang diungkapkan sehingga biasanya kita hanya akan mengira-ngira performanya berdasarkan seri chipset yang digunakan. Kesimpulan Jadi, sekali lagi saya tegaskan bahwa jumlah core yang lebih banyak belum tentu dapat memberikan performa yang lebih baik. Semua itu tergantung dari amal dan ibadah arsitektur alias desain rancangan untuk membangunnya. Silakan jelajahi blog ini untuk menemukan berbagai informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat! 🙂
Perbedaan Intel Core i3, Core i5, dan Core i7 Winpoin YOGYAKARTA – Prosesor merupakan otak dari komputer. Tapi, memahami perbedaan antara beberapa jenis prosesor membutuhkan kerja otak yang tak produsen menerapkan skema penamaan yang agak membingungkan. Buktinya, masih banyak pengguna yang ragu dalam menentukan pilihan. Antara Intel i3, i5, atau i7, mana yang harus dibeli?Kali ini, tim VOI sudah mengumpulkan perbandingan ketiga prosesor tersebut. Setelah mengenali perbedaan di antara ketiganya, semoga Anda bisa lebih mudah dalam menentukan pilihan produk PC atau laptop yang ingin Intel Core i7, Core i5, dan Core i3Seperti yang bisa kita simpulkan dari namanya Intel Core i7 lebih baik ketimbang Core i5, dan Core i5 lebih baik dibanding Core i3. Masalahnya adalah mengetahui apa yang bisa diharapkan dari tiap Core i7 bukan berarti prosesor dengan tujuh inti! Ini cuma penamaan versi prosesor saja dan mengindikasikan tingkat Core i3 yang lebih tua memiliki prosesor dual-core. Tapi, Core i3 generasi terbaru i3 gen 11 memiliki CPU dengan konfigurasi dual-core dan yang sama juga dimiliki prosesor Core i5. Generasi awal Core i5 dibekali konfigurasi prosesor dual dan generasi terbaru memiliki kombinasi quad atau bahkan hexa-core prosesor -lengkap dengan kecepatan overclock yang lebih tinggi ketimbang Core itu, generasi terbaru CPU Core i7 memiliki konfigurasi quad-core, hexa core, dan octa-core. Sekali lagi, performa Intel Core i7 mengungguli Core i5 dan jauh lebih kencang ketimbang CPU entry-level Core lebih mudah, konfigurasi quad-core biasanya lebih baik ketimbang dual-core, hexa-core lebih bagus daripada quad-core, dan seterusnya. Tapi, pengandaian ini tidak selalu akurat. Bergantung pada generasi CPU. BACA JUGA Cara Memeriksa Spesifikasi CPU Laptop atau KomputerAnda bisa memeriksa spesifikasi CPU pada sebuah laptop atau komputer. Cukup melihat kombinasi angka yang mengikuti nama versi Intel Core yang digunakan. Misal, Intel Core i7-11700K mengindikasikan bahwa laptop tersebut mengandalkan CPU Core i7 Generasi itu, angka yang mengikuti simbol generasi CPU mengisyaratkan perbandingan kemampuan antara CPU dalam satu generasi. Misal, Intel Core i3-8145U lebih baik ketimbang Core i3-8109U. Pasalnya, angka 145 lebih tinggi dibanding 109. Anda bisa melihatnya, bukan?Sampai saat ini, peraturan penamaan tersebut masih dijalankan oleh Intel. Hanya saja, pengguna awam aan kesulitan mengikuti -karena ada banyak modifier yang bisa kita temukan dalam satu seri itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam memilih CPU Intel. Semoga dengan mengetahui perbedaan Intel Core i3, Core i5, dan Core i7 melalui penjelasan di atas bisa membantu Anda untuk menentukan laptop atau PC yang harus dibeli.
31 August 2022 Tech Kabarsip – Ketika kita membeli laptop computer pasti mengenal istilah prosesor Twin Core atau Quad Core. Tetapi, tahukah Anda apa itu prosesor Twin Core dan Quad Core, serta perbedaan di antara keduanya? Di dunia teknologi khususnya laptop computer dan PC, Twin dan Quad core bukan istilah yang asing. Banyak produsen laptop computer menawarkan perangkatnya dengan dukungan Twin Core dan Quad Core. Sayangnya sebagian orang masih suka bingung dengan istilah tersebut. Oleh karenanya, kami akan memberikan informasi mengenai kedua jenis Core itu, serta perbedaan di antara keduanya. Apa Itu Twin Core dan Quad Core?Perbedaan Twin Core dan Quad Core 1. Konsumsi Daya Semakin Besar 2. Perangkat Lebih Cepat Panas3. Jumlah Core Tidak Mempengaruhi Harga 4. Jumlah Core Berpengaruh Sedikit Terhadap Kecepatan Pentingkah Jumlah Core? Core untuk Gaming Core untuk Mengedit Foto dan Video Core untuk Aplikasi Desain Apa Itu Twin Core dan Quad Core? Pertama-tama harus diketahui dahulu mengenai apa itu Twin Core dan Quad Core? Perlu diketahui bahwa di dalam chip prosesor biasanya memiliki 1, 2, 4, 6, 8, 10, 12 bahkan sampai 16 inti. Setiap Core atau inti adalah bagian dari chip yang melakukan pekerjaan pemrosesan dan setiap inti merupakan Central Processing Unit CPU. Jadi jika ada perangkat yang memakai Single Core, maka itu artinya chip prosesor hanya memiliki 1 inti. Sedangkan prosesor Twin Core memiliki 2 Core, Quad Core memiliki 4 inti, Hexa-Core artinya 6 inti, Octa-Core yaitu 8 inti dan seterusnya. BACA JUGA Perbedaan Twin Core dan Quad Core Mungkin Anda berpikir kalau perbedaan keduanya hanya soal jumlah inti atau inti saja. Padahal, penjelasannya tidak semudah itu. Terdapat beberapa perbedaan mengenai kedua jumlah core tersebut yang harus Anda ketahui. 1. Konsumsi Daya Semakin Besar Perbedaan yang bisa diulas dari segi konsumsi daya. Ternyata lebih banyak core, membuat konsumsi daya prosesor lebih tinggi. Walaupun perusahaan pembuat chip berusaha untuk membuat prosesor yang hemat energi, namun tetap saja Quad Core lebih boros baterai ketimbang versi dua inti. 2. Perangkat Lebih Cepat Panas Selain itu, prosesor dengan perangkat inti yang lebih banyak maka cenderung meningkatkan suhu perangkat. Jadi bisa dikatakan prosesor dengan Quad Core mampu membuat suhu perangkat lebih panas, ketimbang perangkat yang didukung oleh jumlah inti yang lebih sedikit. Untungnya, ada beberapa produsen perangakt yang menambahkan solusi pendinginan seperti Warmth Sink agar suhu perangkat lebih terjaga. 3. Jumlah Core Tidak Mempengaruhi Harga Mungkin ada yang beranggapan kalau perangkat Quad Core harganya lebih mahal ketimbang Twin Core, karena jumlah core lebih banyak. Padahal anggapan tersebut salah. Jumlah core tidak mempengaruhi aspek harga. Terdapat beberapa aspek lainnya seperti kecepatan clock, versi arsitektur dan lain sebagainya yang berpengaruh terhadap harga perangkat itu sendiri. 4. Jumlah Core Berpengaruh Sedikit Terhadap Kecepatan Berikutnya mengenai kecepatan. Ada anggapan kalau Core yang lebih banyak membuat performa perangkat lebih cepat. Anggapan tersebut memang benar, tetapi untuk meningkatkan kecepatan perangkat jumlah Core saja tidak cukup. Terdapat beberapa pengaruh lain yang mendorong performa perangkat seperti kecepatan clock, kapasitas RAM, kartu grafis dan lain sebagainya. BACA JUGA Pentingkah Jumlah Core? Perangkat laptop computer atau PC, pastinya digunakan untuk berbagai aktivitas seperti bermain sport, edit foto dan video atau kegiatan lainnya. Sementara, saat ingin melakukan semua aktivitas tersebut, Anda harus memperhatikan mengenai jumlah core perangkat yang dimiliki. Core untuk Gaming Buat Anda yang suka gaming, maka disarankan untuk memiliki perangkat dengan jumlah core yang lebih banyak. Sebab, sebagian besar sport terpopuler atau studio besar atau AAA mendukung arsitektur multi-threaded. Selain itu online game PC bergantung pada kartu grafis dan prosesor multi-core agar sport bisa berjalan mulus dan ngelag. Core untuk Mengedit Foto dan Video Hal yang sama juga berlaku untuk aplikasi edit foto dan video. Bagi Anda yang bekerja sebagai editor foto, video atau konten kreator maka disarankan untuk memiliki perangkat dengan Core banyak seperti Quad Core. Sebagian besar alat pengeditan audio dan video populer memanfaatkan pemrosesan multi-threaded yang otomatis membutuhkan prosesor dengan Core banyak. Core untuk Aplikasi Desain Fakta yang berbeda untuk aplikasi desain. Aplikasi desain terpopuler seperti Adobe Photoshop tidak membutuhkan prosesor dengan Core yang banyak. Hal ini dikarenakan ada aspek lain seperti kecepatan clock yang lebih tinggi dan cache prosesor yang lebih banyak, yang lebih dibutuhkan untuk mengoperasikan aplikasi desain. Secara keseluruhan, prosesor Quad Core akan bekerja lebih cepat daripada prosesor Twin Core untuk komputasi umum. Alasannya karena setiap program yang Anda buka akan bekerja pada intinya sendiri, jadi jika tugas dibagi, kecepatannya lebih baik. Apalagi buat yang suka membuka banyak aplikasi secara bersamaan, maka pastinya membutuhkan perangkat dengan Core yang banyak. Tetapi, semua ini tergantung pada kebutuhan masing-masing dari Anda. [NM/HBS] ,Perbedaan Prosesor Twin Core Quad Core dan Kelebihannya,
Mobile Explorer Jum’at, 02 Desember 2016 ZA RSInews – Ketika memilih smartphone, tentu yang pertama kamu lihat adalah speknya. Mulai dari prosesor, RAM, ROM, resolusi kamera, ukuran layar, dan yang pasti harganya. Warna dan merk urusan belakangan. Saat ini sebuah smartphone telah lazim menggunakan processor – Single-Core 1 inti – Dual-Core 2 inti – Quad-Core 4 inti – Hexa-Core 6 inti – Octa-Core 8 inti – Deca-Core 10 inti Lalu apa pengertian, fungsi dan perbedaan dari semua itu untuk smartphone kita? Nah, di kesempatan kali ini kami jelaskan core apa saja yang ada di Android dan apa kelebihan dan kekurangannya. Simak ulasannya hingga tuntas. [] Pengertian Prosesor Prosesor disebut juga sebagai CPU Central Processing Unit, dan dari namanya juga telah dapat ditebak bahwa processor memiliki peranan inti yang utama dalam sebuah device seperti komputer dan smartphone sebagai komponen utama yang mengeksekusi segala perintah yang diberikan oleh pengguna lewat aplikasi dan sistem operasi yang terinstal pada sebuah komputer atau smartphone. Jadi, bisa disimpulkan bahwa prosesor adalah inti dari sebuah device dan menjadi keharusan untuk kita menemukan prosesor yang terbaik agar performa smartphone tetap nyaman digunakan. Tapi tunggu dulu, bagaimana cara memilihnya? Pasalnya, prosesor terdiri dari banyak merk, jenis, dan banyak istilah yang sulit dimengerti. [] Jenis dan Merk Prosesor yang Umum di Android 1. Qualcomm Snapdragon 2. MediaTek Helio 3. Intel Atom 4. Samsung Exynos 5. Huawei Kirin HiSilicon 6. nVidia Tegra, dll Ketahui tentang ini selengkapnya pada link berikut Mengenal Chipset Pada Perangkat Android [] Fungsi Jumlah Core dalam Prosesor Sebelum membahas yang lainnya, ada baiknya kita mengetahui kenapa jumlah Core pada prosesor semakin banyak saja. Bukankah 2 inti juga sudah cukup dan GHz-nya saja yang dibesarkan misal menjadi GHz? Ya, hal ini memang masuk akal, namun sayangnya GHz dari sebuah Core tidak bisa diperbesar. Nah, solusi terbaik adalah dengan menggandakan Core. Misal, maksimal GHz dalam 1 Core adalah 2,1 GHz, maka agar lebih besar lagi para produsen prosesor membuatnya menjadi Dual-Core. Jadi, jika 1 Core = 2,1 GHz, maka 2 Core = 4,2 GHz. Itulah alasan kenapa Core semakin banyak. [] Macam-macam Jumlah Core di Berbagai Smartphone Agar bisa memilih prosesor dengan benar, ada baiknya untuk belajar lagi mengenai perbedaan Single-Core, Dual-Core, Quad-Core, dan Octa-Core. 1. Single-Core Seperti namanya, Core jenis ini hanya memiliki 1 inti yang akan mengerjakan proses secara sendirian dan hanya bisa mengerjakan 1 proses dalam 1 waktu. Kelebihan Paling cepat untuk memproses 1 buah data atau tugas. Hemat daya. Kekurangan Kinerja kurang. Lambat bila memproses 2 atau lebih tugas yang diberikan. Kurang cocok untuk multitasking. Kurang sesuai untuk gaming. 2. Dual-Core Nah, sekarang ada Dual-Core yang memiliki 2 inti. Berarti Core tidak bekerja sendirian. Nah, untuk mengetahui perbedaannya dengan Single-Core, kamu bisa lihat gambar di bawah ini Dari gambar di atas bisa disimpulkan bahwa Dual-Core itu seperti pasangan suami istri. Mereka bekerjasama dalam menjalani hidup, membuat pekerjaan menjadi semakin ringan. Dual-Core bisa memproses 2 pekerjaan sekaligus karena memiliki 2 inti yang bekerja bersamaan. Kelebihan Lebih stabil dari Core lainnya. Masih terbilang hemat daya. Kinerja cukup untuk multitasking. Gaming sudah cukup. Kekurangan Konsumsi daya lebih boros dari Single-Core. Kadang cepat panas. Bila memproses tugas terlalu banyak sekaligus akan sering terjadi force close. 3. Quad-Core Quad-Core memiliki 4 inti sehingga kinerjanya semakin cepat dan ringan saat memproses data. Selain itu, Quad-Core memiliki kelebihan dalam hal mutitasking. Kelebihan Kuat memproses tugas 4 sekaligus dengan cepat. Cocok untuk multitasking. Tidak mudah force close. Cocok untuk gaming. Kekurangan Cepat panas. Konsumsi daya cukup besar. Kadang ada Core yang tidak bekerja dan menyebabkan proses lambat. 4. Octa-Core Masih belum puas dengan performa Dual-Core maka diciptakan Octa-Core yang memiliki 8 inti dalam 1 prosesor. Ini bisa diartikan memproses 8 pekerjaan sekaligus dan membuatnya menjadi lebih cepat. Kelebihan Lebih cepat bila memproses 8 atau lebih tugas sekaligus. Cocok untuk multitasking. Sangat cocok untuk gaming. Kekurangan Konsumsi baterai sangat boros. Cepat panas. Banyak prosesor yang sebenarnya hanya menggunakan 4 Core. Sekarang kamu sudah jauh lebih tahu tentang Single-Core, Dual-Core, Quad-Core, dan Octa-Core kan? Dan ketahui lebih banyak lagi informasi berkaitan pada link di bawah. [©RSI] >Sumber JalanTikus Baca yang terkait Mengenal Istilah Nanometer, FinFET, Clock Speed, Core, dan Cortex pada Mobile Tips Memilih Prosesor Smartphone Mengenal Chipset Pada Perangkat Android Kenali Lebih Jauh Tentang Prosesor, Chipset, SoC dan GPU Mobile Phone Fungsi dan Kelebihan Prosesor 64-bit Dibanding Prosesor 32-bit
Gadgetren – Menyasar handphone segmen entry-level, Samsung telah menghadirkan Galaxy A03 dan Galaxy A03 Core dengan kisaran harga Rp 1 Jutaan di label Core yang dibawanya, menandakan bahwa Galaxy A03 Core mempunyai spesifikasi dan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan Galaxy A03. Namun kedua handphone ini ternyata masih memiliki spesifikasi hardware yang cukup sumber energi kehidupannya, Samsung Galaxy A03 dan Galaxy A03 Core dilengkapi dengan baterai berkapasitas yang mampu bertahan lama. Sementara adaptor charger keduanya mempunyai output 7, kasat mata, kedua handphone ini sama-sama menggunakan layar penuh 6,5 inci dengan resolusi HD+ 1600 x 720 piksel, teknologi PLS, kerapatan piksel 270 ppi, dan poni berbentuk v Galaxy A03 Vs Galaxy A03 CoreSamsung Galaxy A03 diotaki chipset Unisoc T606 Octa-Core Dual-Core 1,6 GHz + Hexa-Core 1,6 GHz yang sedikit lebih cepat dibandingkan dengan Unisoc SC9863A Octa-Core Quad-Core 1,6 GHz + Quad-Core 1,2 GHz.Galaxy A03 hadir dengan dua varian yang terdiri dari RAM 3 GB + penyimpanan 32 GB seharga Rp dan RAM 4 GB + penyimpanan 64 GB seharga Rp Sementara Galaxy A03 Core dilengkapi RAM 2 GB + penyimpanan 32 GB seharga Rp spesifikasi tersebut dapat terlihat bahwa merupakan hal yang wajar apabila Galaxy A03 mempunyai harga yang lebih mahal dibandingkan Galaxy A03 Core, terutama dari sektor RAM yang mempunyai kapasitas lebih menangani spesifikasi hardware yang lebih rendah, Samsung pun menyematkan sistem operasi Android 11 Go Edition pada Galaxy A03 Core yang memang dioptimalkan untuk handphone dengan RAM 512 MB atau RAM 1 itu, Samsung juga menyematkan beberapa aplikasi berlabel Go seperti Gallery Go, yang ringan pada Galaxy A03 Core. Berbeda dengan Galaxy A03 menggunakan sistem operasi Android 11 reguler dengan tampilan OneUI Core urusan fotografi, Samsung Galaxy A03 hadir dengan dukungan dua kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 48 MP dan depth 2 MP. Sementara Galaxy A03 Core hanya hadir dengan satu kamera belakang 8 resolusi yang besar, Samsung Galaxy A03 bakal mampu menghasilkan foto yang mempunyai detail dan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan Galaxy A03 Core. Apalagi Galaxy A03 lebih mudah menghasilkan foto bokeh latar buram secara instan karena dukungan multi perbandingan tersebut, terlihat bahwa Galaxy A03 mempunyai spesifikasi hardware dan fitur yang lebih unggul dibandingkan Galaxy A03 Core. Namun perlu dicatat bahwa kedua handphone ini tidak dibekali sensor Samsung Galaxy A03 Vs Galaxy A03 CoreSpesifikasiSamsung Galaxy A03Samsung Galaxy A03 CoreLayarLayar penuh 6,5 inci, PLS, HD+ 1600 x 720 pikselLayar penuh 6,5 inci, PLS, HD+ 1600 x 720 pikselChipsetUnisoc T606 Octa-Core Dual-Core 1,6 GHz + Hexa-Core 1,6 GHzUnisoc SC9863A Octa-Core Quad-Core 1,6 GHz + Quad-Core 1,2 GHzRAM / penyimpanan3 GB / 32 GB 4 GB / 64 GB2 GB / 32 7,75W 7,75W ChargingKamera BelakangKamera utama 48 MP Kamera depth 2 MPKamera utama 8 MPKamera Depan5 MP5 MPFitur LainnyaBluetooth, WiFi, jaringan 4G-LTE, port microUSB GPSBluetooth, WiFi, jaringan 4G-LTE, port microUSB GPSHargaRp Rp Terkait
perbedaan hexa core dan quad core